philippine madrigal singers

udah lamaaaa bgt ga update blog…

udah lamaaaa bgt nggak nulis, termasuk nulis pengalaman nonton konser. banyak konser paduan suara yg gw tonton, dan gw males nulis, karena emang males nulis, dan kadang opini pribadi gw sangat subjektif dan ofensif sehingga mengganggu beberapa pihak…

tapi untuk yang satu ini, harus gw tulis

Philippine Madrigal Singers – Indonesia Goodwill Concert Tour 2010

buat yang belom pernah denger, Philippine Madrigal Singers atau bekennya disebut The Madz, adalah sebuah paduan suara madrigal dari filipina

pembaca blog ini : does it even explain anything ?

gw : hihihihi, itu cuman terjemahan ya? oke gw coba lagi deh

the madz didirikan tahun 1963 oleh Profesor Andrea Veneracion. seinget gw awalnya the madz adalah sebuah paduan suara universitas, seiring waktu (dan prestasi tentunya) sekarang jadi paduan suara profesional..

pembaca blog ini : Apa sih yang membedakan mereka dari choir yang lain?

gw : apa ya?

mereka selalu nyanyi duduk melingkar.. yak bener, duduk, bukan berdiri. kebayang kan? nyanyi berdiri aja suka susah, sedangkan mereka nyanyi sambil duduk dan suaranya menggelegar banget…

posisi nyanyi duduk melingkar ini, seinget yg pernah gw baca, terinspirasi dari jaman Reinassance, ketika orang2 jaman itu duduk berkumpul, lalu nyanyi2.

dengan gaya nyanyi ini pula, the madz bernyanyi tanpa conductor. Mark Anthony Carpio, sang choirmasternya , duduk di ujung, tapi nggak pake tangan naik turun seperti conductor, aba2 nya seperti lebih ke arah facial expression dari sang choirmaster. dan sepengamatan gw nggak pernah pake partitur, keren dah

yang bikin the madz ini makin terkenal adalah, mereka menjadi paduan suara pertama di dunia yang menjuarai European Grand Prix for Choral Singing 2 kali.

fyi, untuk bisa masuk sebagai peserta European Grand Prix for Choral Singing, sebuah choir harus memenangkan Grand Prize dari salah satu dari 6 kompetisi paduan suara bergengsi di Eropa yaitu International Guido d’Arezzo Polyphonic Contest (Italy), Bela Bartok International Choir Competition (Hungary), International Choral Competition Maribor (Slovenia), Tolosa Choral Competition (Spain), Tours Vocal Competition (France), dan International May Choir Competition (Bulgaria). jadi kalo sudah menang grand prize dari salah satu kompetisi ini, baru berkesempatan untuk ikut Europe Grand Prix tahun berikutnya…

di Indonesia, setahu gw belum ada yg bisa tembus ke Europe Grand Prix for Choral Singing, mudah2an deh… tahun2 depan ada yg bisa lolos ke sana, gw doain.. *ayo semangat!!!!

Continue reading

a true choral highlights

my devoted readers, jumpa lagi dengan saya dalam concert review.

setelah berminggu2 berlalu tanpa nonton konser, kerinduan mata, telinga gw dan otak gw sudah sangat membuncah menunggu untuk dipuaskan.

sebenernya sih baru minggu kemaren nonton konser, cuma karena yang ditonton programnya sama persis dengan konser yang ini (cuma beda kemasan aja), maka ga masuk itungan gw ah.

kali ini gw nonton precompetition concertnya PSM Universitas Katolik Parahyangan, bandung dengan judul konser CHORAL HIGHLIGHTS. yeah, memasuki bulan2 gini emang sepertinya banyak paduan suara yang menggelar Precompetition Concert sebelum kepergian mereka ke eropa sanah… sayangnya ada beberapa yg batal menggelar konsernya di jakarta, dan gw juga cuma sempet nonton yg ini.

Continue reading

the voices vocal ensemble “Love Live Concert”

akhirnya nonton konser lagi. kali ini the voices vocal ensemble yang di conduct oleh Rainier Revireino.

tadinya agak malas nonton konser ini, karena, jujur aja, sebagai newbie di blantika musik paduan suara indonesia, gw belum pernah denger nama choir ini. tapi kalo nama Rainier Revireino tentu udah pernah.

tidak banyak yang bisa ditulis dalam concert review kali ini, karena gw terlambat nyampe venue nya. ini semua karena hujan deras dan jalanan macet. *sigh, malu. masa nonton konser terlambat.

gw masuk setelah lagu ke empat.

konser ini membawakan lagu2 bernuansa inggris, spanyol, irlandia, dan amerika selatan. berhubung gw ga konsen menikmati babak pertama, maka gw akan bahas babak ke dua yang membawakan Traditional Irish Songs dan South American Songs.

Continue reading

sacred jazz swinginglory

sepulang dari jogja kemaren gw dan temen gw menyempatkan diri (lebih tepatnya merencanakan) untuk nonton Annual Concertnya PSM Unpar.
gw tau ini konser waktu nonton KPS di bandung
(bisa baca di sini)

gw dan beberapa temen gw sangat exited menanti konser ini karena judul konsernya adalah “SwinginGlory”
gw langsung membayangkan choir yg katanya barometer k
emajuan choral musik di indonesia ini membawakan lagu2 sacra dengan gaya swing…
apalagi dengan penjelasan di bawahnya yang makin memacu hormon adrenalin gw dan hormon2 lainnya..
coba aja liat sendiri promo nya di sini

pembaca blog ini : masa sih.. ada gitu ya, cuman baca promo konsernya doang udah memacu adrenalin????
gw : ya nggak juga sih…
pembaca blog ini :terus kalo memacu hormon2 lainnya maksudnya hormon apa?
gw : ya hormon testosteron…
pembaca blog ini : Dasar kamu pria mesuuu..mm!!!
gw : *meronta2 saat dibotakin, lalu ditelanjangi dan diarak keliling kampung*

akhirnya setelah tiba di Umar Ismail Hall (tempat konsernya), gw langsung mendatangi bagian ticketing dan minta 4 tiket reguler (yang VIPnya mahallll) yang udah direservasi si lapet… sedikit bermasalah di bagian tiket karena nama si lapet ga ada di daftar reservasi. setelah memberikan kerlingan manja serta meniup tengkuk dan belakang telinga si mbak bagian ticketing, akhirnya gw dapet tuh tiket..

akhirnya gw masuk dan seneng bgt ketika si gamutal yg jadi usher bilang ‘tiket regular duduk di sana ya…” (sambil menunjuk bagian depan)
tentu saja gw duduk paling depan, bagian tengah, yang menurut estimasi gw persis di belakang punggung sang maestro, Avip Priatna…

konser di bagi dalam dua bagian
bagian pertama adalah misa karya Steve dobrogosz (entah siapa pula itu)
bagian kedua Magnificat karya Ronald Szentpali (ini pun entah siapa pula??)

di bagian pertama konser, nuansa jazz belom begitu kentara, lagu2 dibawakan dalam bahasa latin, dan semuanya begitu asing buat gw. tapi bukan choir bagus namanya kalo nggak bisa buat penontonnya enjoy dengan yang mereka tampilkan.
gw dan temen sebelah gw seperti deg2an di semua lagu, serasa tenggelam dalam suasana lagu, dan begitu lagu selesai, gw dan sebelah gw sama2 bernafas lega…

gw pernah baca di sebuah milis, bahwa musikalitas adalah kemampuan seorang musisi untuk menginterpretasikan musik yang dibawakan sedemikian oke, hingga audiensnya bisa merasakan soul dari musik itu. kalo itu pengertian musikalitas, dalam hal ini gw berpendapat, mereka (sang condutor, para chorister, dan para pemain chamber orchestra) punya musikalitas yang tinggi

pembaca blog ini : (manggut2 setuju walaupun kemungkinan nggak ngerti)
gw : (terdiam sesaat untuk memberikan kesempatan untuk mencerna tulisan gw bagi para pembaca blog ini, lalu berkata lanjuuut….)

babak kedua, suasana lebih jazz. babak kesatu yang diiringi string ensemble dan piano, di babak kedua ditambah dengan iringan saxophone, dan drum. semuanya berkolaborasi dengan choirnya. babak kedua ini juga menampilkan solo sopran dan solo tenor.

gw paling suka lagu quia respexit dan fecit potentiam. kritik gw dan temen2 gw adalah si solo tenor suaranya kurang jernih, dan ada sekali yg keseleo…
menurut gw sih, mungkin si solo tenor itu lagi nggak fit, atau mungkin emang dipilih karakter suara seperti itu untuk menyesuaikan nuansa jazz yang dibawakan.
untuk solo sopran, kritik hanya untuk pilihan wardrobe nya… kok kayak toko mas berjalan ya?

akhirnya konser diakhiri, dan dilanjutkan dengan 2 lagu encore…
yang pertama (setahu gw sih) negro spiritual berjudul still away my soul.
yang kedua gw nggak tau, tapi sepertinya medley dari lagu Do Lord dan Everytime i feel the spirit

rerere

kesimpulan konser ini
Bagoooooooo….s
cuman sayang aja, gw kehabisan dvd
final KPS unpar 2007…… ada yang tau mesennya di mana?