terapi urine???

my devoted readers, long weekend kemaren gw menyempatkan diri untuk reuni kecil2an dengan beberapa temen SMA. salah satunya adalah si gila PNS sexy. kita rencananya karokean, tapi berhubung penuh akhirnya kita makan aja di Zippa Hut. kita makan di situ karena temen gw si PNS ini kangen dengan pizza dan di papua nggak ada pizza katanya.

sebelum pizza nya datang, si neneng waitress menyajikan minuman yang kita pesen, yaitu satu pitcher lemon tea dengan madu. entah bagaimana, tiba2 satu pitcher lemon tea itu mengingatkan gw dan temen2 gw pada….. (sori buat yg jijik-an) urine. hihihi

gw teringat pada artis wanita berinisial VB (ciri2 : bodi berotot, main di sinetron bidadari) yang pernah dengan bangga meminum urinenya sendiri di depan para kameraman infotainment untuk membuktikan dirinya menjalankan terapi urine.

Continue reading

Advertisements

bukan pria metroseksual

sebagai pegawai yang termasuk kategori white collar job, adalah menjadi keharusan (bahkan bagian dari kode etik pegawai) untuk senantiasa tampil rapi.

yang menjadi masalah itu, kadang kala sebuah peraturan atau kode etik pegawai yang mengharuskan seorang karyawan tampil rapi pada jam kerja itu nggak mempunyai batasan definisi rapi yang jelas. rapi itu menurut gw subjektif bgt.

contoh :

gw : (siap2 berangkat, tinggal pake sepatu aja)

nyokap gw : “ih kok celananya itu, baju nya yang itu?”

gw : emang kenapa?

nyokap gw : ga rapih, ga matching.. ganti sana

gw : males ah

nyokap gw : GANTI AH, jangan malu2 in…

gw: (kembali ke kamar, ganti baju)

ya kayak gitu lah. menurut gw RIBET BGT kalo baju, celana, kaos kaki, sepatu, semuanya harus matching sebagai salah satu definisi rapi. berarti gw mesti punya berapa set???

rapi menurut seseorang pasti beda menurut orang lain.

terus gimana dong sebaiknya berpenampilan yang rapi bagi kita2 sebagai pegawai kantoran??

mari kita simak tipsnya…

Continue reading

tomoko strikes back

tanpa niat bikin sekuel dari postingan sebelumnya, kok kayaknya nggak ada habisnya kisah tomoko ini..

hari pertama memutuskan berpisah dengan tomoko, seorang kolega bilang

“ahhh, paling ngomong doang!”

cukup mematahkan niatan tulus gw saat itu. tapi kok bisa2nya ya, malamnya gw yang baru aja makan malem terus ngikut aja diajak makan mie aceh, dan bisa2 nya lupa akan perpisahan dengan tomoko.

seakan itu belum cukup, tomoko nampaknya membalas dendam pada keputusan gw untuk berpisah padanya. boss gw nyuruh gw ikut dia untuk lembur yang dilaksanakan di sebuah hotel.

tiba2 sosok tomoko muncul dari kejauhan, dengan senyum yang membuat gw merasa bersalah ia berkata tanpa bersuara

katanya : rasakan, 2 hari kamu nginep di hotel, dan kamu hanya bisa makan buffet di resto hotelnya

tapi nampaknya keadilan berbicara. gw batuk. lalu tenggorokan gw sakit. sulit untuk menelan makanan. hukuman untuk gw yang tidak konsisten. tomoko pun tak punya alasan apapun untuk memeperdaya gw. HUAHAHAHA….